WELCOME to the Dance Floor of bluePen - Let me be your ARmS to hug You with My ARtS

Pages

Thursday, April 14, 2016

Solusi Lupa Pasword Blackberry ID

BERAWAL Dari pengalaman pribadi, waktu Blackberry (BB) yang kehabisan bateray dan waktu dicharge kemudiann nyala tiba-tiba mucul admin untuk memasukkan BB ID dan Password.

Masalahnya, waktu bikin akun sudah 3 tahun lalu, di mana pada saat bersamaan bikin banyak akun yang lain juga. So, jadi kebanyakan bikin password sampai lupa untuk BB yang mana.

Saat mencoba memasukkan password, eh ternyata malah salah dan ada masanya. Kalau tidak salah maksimal sampai 10 kali salah. Mencoba jalan lain yaitu dengan mengklik Lupa Kata Sandi, muncul alternatif lain, yakni pertanyaan siapa nama teman kecil kamu? Kolom itu coba diisi. Eh ternyata salah terus. Bisa - bisa takut malah keblokir.

Pada saat sisa 3 kali kesempatan salah isi pasword, coba mencari solusi di internet dan curhat sama yang paham masalah itu. Namun rata-rata jawabannya sama. Buka blacberry.com/blackberryid kemudian mencoba reset dari sana, mulai dari kata sandi. Tapi semua mentok sampai pada pertanyaan rahasia. Hadewww...

Coba tenangkan diri, tarik nafas panjaaaaaaaaaaaaaaang. Keluarkan!

Mencoba berbagai cara mengutak atik bagaimana cara membuka password BB ID. Akhirnya bisa juga kebuka \ :D /

Berikut Solusi Lupa Password BB ID:

- Pastikan Nama Pengguna akun BB ID sama dengan alamat Email yang dipakai untuk mendaftar BB ID.
- Buka Laptop atau PC. Pastikan internetnya nyambung :D
- Buka link http://id.blackberry.com/bbid.html
- Login dengan mengetik alamat Email, kemudian di bawah kotak password klik Lupa Kata Sandi.
- Setelah diklik, Isi Captha dan enter.
- Buka email kiriman dari donotreply@blackberry.com kemudian hapus akun.
- Iya akunnya dihapus.
- Loh waktu buka Semapon BB, masih muncul BB ID dan diisi malah nggak bisa???
- Woleeeesssss ngopi sing suuuuuaaantaaiiii (Y)
- Buka link http://id.blackberry.com/bbid.html
- Bikin akun BB ID yang baru sesuai dengan alamat email.
- Buka Email dan klik konfirmasi untuk mengaktifkan BB ID.
- Coba buka Semapon BB dan buka BBM.
- Kok masih muncul BB ID lagi? Malah minta diisi dengan Nama Pengguna yang dipakai di perangkat!!!
- Santaaaaaaiiiii......kopine kurang paitttt :D
- Buka Menu Atur Koneksi di Semapon BB.
- Matikan Semua Koneksi. Sudah???
- Kalau sudah nggak ada sinyal, buka BBM coba.
- Bisa???
- Kalau sudah bisa, buka Menu Atur Koneksi lagi, dan kembalikan semua koneksi.
- Mamamia Mamamia Galeleo Galeloe Bismillah! (Malah nyanyi lagunya Queen) :D
- Selamat memakai BBM kembali :)


Tips Sederhana:
- Buka Laptop nyambung internet. Buka link http://id.blackberry.com/bbid.html 
- Ketik BB ID sesuai alamat email. Lalu buka lupa kata sandi dan minta hapus akun BB ID.
- Buka tautan di Email hapus BB ID.
- Bikin BB ID baru di http://id.blackberry.com/bbid.html 
- Buka Semapon BB dan login pake akun baru, walaupun masih nggak bisa.
- Buka pengaturan koneksi dan matikan.
- Buka BBM. Insyaallah sudah tidak ada BB ID.
- Nyalakan kembali koneksi.
- BBM bisa dipakai lagi.

LOHHH Tapi setelah bisa dipakai, waktu habis restrat kok muncul BB ID lagi??? Piye Tohh??
Ngopi sing suaaaaantaaaiii lagi. :D

Kalau itu memang belum tahu cara permanennya. Kalau muncul BB ID lagi, caranya lakukan 4 Tips terakhir. Matikan koneksi, Buka BBM, Nyalakan Koneksi, Begitu seterusnya sampai kiamat. 

Itu sedikit Solusi Lupa Password BB ID. Semoga Bermanfaat :) :)


Salam.



Matoh!!!

Tuesday, March 15, 2016

Sherina Menikah dengan Tulus Tahun 2016???

Entah dibilang gossip, tapi ada buktinya. Disebut berita, tapi tidak ada konfirmasinya. Dikatakan opini tapi ada faktanya.

Oleh: Atho' R.M Sasmito 

SEBAGAI Salah satu fans dari Sherina Munaf, yakni Sheraiser, pasti kaget waktu buka di Google dengan mengetik nama idolanya. Sebab, waktu membuka hasil pencarian teratas, yakni di Wikipedia, muncul biodata yang menyebutkan bahwa putri dari pasangan Triawan Munaf dan Luki Ariani ada pasangannya. Pada data Latar Belakang, tepat di atas nama Orang tua ada tulisan Pasangan, yakni bernama Muhammad Tulus (m.2016)

Monggo Dicek di Wikipedia, Mumpung Belum Diganti :D
 Awalnya merasa aneh dengan data Pasangan itu. Kemudian mencoba mencari nama artis lain. Sebut saja Irwansyah dan Bunga Citra Lestari (BCL). Hasil pencarian menyebutkan, ada data pasangan masing-masing. Irwansyah mempunyai pasangan yang ditulis nama istrinya, Zaskia Sungkar (m.2011). Begitu juga dengan BCL, ada nama pasangannya, yakni Ashraf Sinclair (m.2008)


Sama kann Seperti Sherina...Tapi kok Namanya Nurrochman???
Monggo dicek lagi.

Mencoba memahami kode dalam kurung, yaitu m (huruf kecil) dan tahun. Ternyata merupakan tahun pernikahan pasangan masing-masing.Wahhhhh....

Betul kann...Kode m, artinya Menikah???

Dengan rasa tidak percaya, apakah itu berarti Sherina Munaf benar-benar sudah menikah dengan Muhammad Tulus pada tahun 2016 ini???

Masih penasaran dengan kode dalam kurung itu, mencoba mencari Vidi Aldiano. Pada data Latar Belakang, ternyata tidak ada nama pasangannya.
Tidak ada Nama Pasangannya. Karena Memang Bang Vidi Belum Menikah :D

Apakah benar Sherina sudah menikah dengan Tulus pelantun lagu yang berjudul Gajah??? Kok selama ini tidak pernah mendengar pemberitaan bahwa Sherina sudah menikah. Atau ada foto-foto dari para Sheraiser juga tidak ada yang menunjukkan bahwa mereka sudah menikah.

Mencoba mencari lagi di Google dengan mengetikkan nama Sherina dan Tulus. Ternyata sama sekali tidak ada berita terkait pernikahan mereka. Adanya paling dekat adalah artikel 5 artis muda yang lagunya sering direquest di pernikahan ...

Jadi, apakah Sherina dan Tulus benar-benar sudah menikah??? Tapi tidak digembor-gemborkan, karena low profile???

Terakhir, mencoba klik nama Muhammad Tulus yang ada di Background data diri Sherina. Ternyata, dari data diri penyanyi Pop Jazz dengan segudang prestasi itu, sama sekali tidak ada nama Sherina. Justru malah ada nama Raisa Andriana. Akan tetapi keterangan di sana menyebutkan Artis Terkait, bukan kata Pasangan.
Ini Backgroudnya Mas Tulus yang Mantapppp

Sampai tulisan ini dipublikasikan, belum ada konfirmasi dari pihak-pihak terkait. Apakah Sherina sudah menikah dengan Tulus??? [arms]



Salam Pelangi di Tengah Bintang





Sheraiser Bojonegoro
Hidup itu Sawang Sinawang

Monday, October 19, 2015

Melihat dan Belajar dari Semangat Gotong Royong di Desa Asal Batu Semar



Melihat dan Belajar dari Semangat Gotong Royong di Desa Asal Batu Semar

Jika bertanya dari mana asal Batu Semar yang sekarang berada di Alun-alun Kota Bojonegoro, jawaban pastinya adalah dari Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro. Namun, jauh dari batu itu dibongkar, ada sebuah dusun dari desa itu, yakni Dusun Kenongorejo yang semangat menjujung kebersamaan untuk menjadikan lingkungan dan kehidupan lebih baik lagi.

Oleh: Atho' R.M Sasmito

Jalan menuju Dusun Kenongorejo, ada di pertengahan antara sepanjang jalan dari Balai Desa Sambongrejo hingga bekas bongkahan Batu Semar yang ada di tepi jalan Dusun Sukun, desa setempat.

Lokasi pengambilan Batu Semar di Dusun Sukun, Desa Sambongrejo.


Lebih mudahnya, ada pertigaan di tikungan sebelah Kantor Kepala Resort Pemangku Hutan di Dusun Sukun ada jalan masuk ke hutan. Terus menelusuri jalan itu sekitar 7km akan sampai di Dusun Kenongorejo. Badan jalan menuju dusun itu sudah terpaving. Ada juga badan jalan berupa cor, khususnya pada tanjakan dan turunan. Namun cor yang ada di antara rindangnya hutan jati itu kebanyakan sudah mengelupas, sehingga harus hati-hati ketika melintas agar tidak selip karena pecahan cor dan kricak membuat jalan menjadi sedikit licin.
Pertigaan di tikungan, jalan paving menuju Dusun Kenongorejo, Desa Sambongrejo.

Setelah melewati hutan jati, ada hamparan lahan luas yang kebanyakan ditanami jagung. Sementara itu, di berbagai arah mata angin tampak pegunungan-pegunungan yang mengitari Dusun Kenongorejo. Jika dilihat dari atas, dusun itu tampak berada di antara ceruk pegunungan.


Jalan menuju Dusun Kenongorejo yang terbuat dari cor mengelupas.


Pagi itu adalah hari Sabtu sekitar pukul 06.00 WIB. Tampak para warga, yakni bapak-bapak dan para pemuda berbondong-bondong menuju sendang atau sumber mata air, yang ada di pinggir jalan masuk ke Dusun Kenongorejo.

Dengan mengendarai sepeda motor yang rata-rata memakai knalpot brong dan ban bergerigi untuk daerah pegunungan, mereka ada yang membawa parang, sabit, pacul dan linggis. Selain itu, ada yang berboncengan membawa ceret berisi kopi dan keranjang berisikan nasi.

Setelah semua warga berkumpul, sekitar pukul 06.30 WIB tanpa ada komando, puluhan warga langsung turun tangan. Mereka dengan inisiatif masing-masing ada yang turun ke kali atau saluran air dari sendang dang mengambil batu-batu besar yang menghambat aliran air.


Warga membersihkan saluran air yang mengalir dari sendang.

Batu-batu itu diserahkan ke warga yang lain, kemudian diletakkan di jalan. Warga yang lain ada yang memecah batu dan meratakan di tengah jalan. Ada pula warga yang mencangkul dan membersihkan semak, serta rumput di pinggir jalan.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Kepala Desa Sambongrejo beserta perangkat desa tiba di Dusun Kenongorejo. Mereka langsung berbaur dengan warga untuk menata jalan agar menjadi lebih mudah dan nyaman ketika dilewati.



Warga gotong royong membersihkan dan menata batu-batu di badan jalan.


Setelah kali atau saluran air dan jalan selesai dibenahi, warga istirahat sejenak untuk sarapan bersama-sama. Keranjang yang berisikan nasi mulai dibuka dan mengepulkan asap, pertanda masih hangat. Warga bergantian mulai mengambil kertas minyak atau daun pisang untuk tempat nasi. Meskipun dengan menu sederhana, yakni nasi, mie, sambal, lalapan dan lauk tempe serta telor dadar, mereka begitu menikmati sarapan tersebut. Ditambah lagi dengan minum kopi dan menghisap rokok, suasana sarapan pagi itu tampak menjadi lebih nikmat.
Warga bersiap menikmati sarapan bersama.

Meskipun dengan menu sederhana, warga sangat menikmati sarapan bersama di sela kerja bakti.

Usai sarapan, warga menuju sendang yang tak jauh dari jalan itu. Mereka mulai membersihkan tanaman-tanaman liar yang ada di sekitar sendang.

Sumber air atau sendang itu bisa warga menyebutnya dengan Sendang Lanang. Air dari sendang itu, biasa dipakai warga untuk pengairan sawah, bahkan juga untuk keperluan sehari-hari seperti masak, mandi, mencuci dan untuk minum. Di sendang itu, warga juga membenahi saluran pipa hasil swadaya masyarakat sendiri yang dipakai untuk mengalirkan air sampai di rumah-rumah warga.

Kerja bakti dilanjutkan di Sendang Lanang, Dusun Kenongorejo.

Semangat kebersamaan untuk menjadikan lingkungan lebih baik lagi dan nyaman, terus berlanjut hingga waktu menjelang siang. Kepala Desa Sambongrejo, Eko Prasetiyono mengatakan, warga di desa yang dipimpinnya, khususnya Dusun Kenongorejo, selalu semangat untuk menjaga kebersamaan, dalam hal ini adalah gotong royong.

"Kemarin kami minta Pak RW untuk mendatangi masing-masing rumah dan mengabarkan kegiatan kerja bakti. Rencananya pukul 07.00 WIB dimulai, tapi ketika kami tiba, ternyata mereka sudah lebih dulu turun tangan dan gotong royong," ujar Eko.

Ditambahkan, semangat dari warganya untuk gotong royong terus bertahan. Setiap rumah yang dikunjungi untuk memberikan pengumuman adanya kerja bakti, setiap warga yang tidak bisa ikut pasti akan meminta ijin. Dan sebaliknya, jika mereka mengatakan bisa ikut, pasti akan hadir sebelum waktu yang dijadwalkan.

Semangat gotong groyong warga, tidak hanya sebatas dalam kegiatan kerja bakti saja. Lebih dari itu, mereka terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup di dusunnya. Salah satunya adalah pembangunan tempat ibadah, yakni masjid dan musala.

Masjid yang berada di tengah dusun, awalnya adalah musala yang kemudian dijadikan masjid dengan swadaya.

Ketua RT 9, Sugiyo mengatakan, awal berdirinya tempat ibadah di Dusun Kenongorejo berasal dari swadaya masyarakat sendiri.

"Dulu sebelum ada masjid, kalau Salat Ied dan Salat Jumat harus keluar dari dusun ini. Seiring berjalannya waktu, ada musala yang sementara dipakai untuk salat Jumat. Kemudian musala itu direhab menjadi masjid pada tahun 2008. Selain itu, musala yang ada di samping sekolahan juga murni swadaya dari masyarakat sendiri," papar Sugiyo.

Suasana ibadah malam hari di musala yang dibangun dengan swadaya warga Kenongorejo.

Selain masjid dan musala, ada lagi yang membutuhkan pengorbanan lebih besar lagi dari warga Kenonongorejo, yakni keberadaan listrik yang sekarang sudah mengalir di setiap rumah. Sebagai pendatang dari desa tetangga, Sugiyo masuk di Dusun Kenongorejo pada tahun 1993 ikut merasakan betapa besarnya perjuangan masyarakat untuk mendapatkan penerangan di malam hari.

"Kalau malam di sini gelap. Dulu untuk penerangan malam hari, warga swadaya membeli bahan bakar untuk diesel sebagai sumber listrik," imbuhnya.

Waktu terus berjalan dengan malam dengan penerangan dari tenaga diesel yang tidak sampai tengah malam, warga akhirnya sepakat untuk menyalur listrik dari Dusun Kadung, Desa Sambongrejo.

Lagi-lagi dengan biaya sendiri, mereka membeli kabel dan menyalurkan listrik dengan mencari jarak terdekat di dalam hutan untuk sampai di dusun tetangga. Meskipun hal itu termasuk dilarang dan bisa membahayakan warga sendiri, namun demi bisa ikut merasakan manfaat dari listrik, warga berani mengambil resiko.

Dengan adanya listrik yang masuk dusun, juga meningkatkan kehidupan warga.
Hampir setiap rumah di Dusun Kenongorejo memakai antena parabola.
Sebab, letak geografis dusun tersebut ada di ceruk antara pegunungan-pengunungan.
Sehingga antena biasa susah untuk mendapatkan saluran atau sinyal.
Listrik yang disalurkan itu, kemudian dibagi bisa untuk 10 rumah. Masalah di belakang yang muncul adalah pembagian biaya listrik setiap bulan. Daya yang dipakai masing-masing rumah berbeda, mereka harus saling sadar dan pengertian untuk membayarnya. Biaya yang dikeluarkan setiap rumah pun juga tergolong mahal dari tarif normal. Rata-rata hanya dipakai untuk lampu dan televisi saja warga harus membayar sekitar Rp.60.000 setiap bulannya.

"Selama 7 tahun kami menyalur dengan biaya mahal dan pengaturan yang ruwet. Tapi Alhamdulillah sejak 2 tahun lalu dusun kami sudah teraliri listrik secara legal, dengan sistem prabayar atau pulsa," tandasnya.

Pagi hari, kabut tampak bagaikan ombak yang menerjang batu karang.
Tampak kabut menyelimuti pegunungan-pegunungan yang mengelilingi Dusun Kenongorejo.
Lanskap rumah-rumah penduduk yang ada di Dusun Kenongorejo pada pagi hari.
Semangat dari warga Kenongorejo Desa Sambongrejo yang terus berjuang bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik lagi, bisa dijadikan inspirasi untuk desa-desa yang lain. Meskipun hidup di tengah keterbatasan dan jauh dari fasilitas dan akses susah dijangkau, namun dengan semangat gotong royong dan kebersamaan akan mampu menjadikan kehidupan yang lebih baik lagi. [arms]
 

Wednesday, April 22, 2015

BlackBerry Messanger (BBM) Nggak Bisa di-Klik???

BlackBerry Messanger (BBM) Nggak Bisa di-Klik???

(Oleh: Atho' R.M Sasmito)


ADA Banyak tips di internet yang menawarkan tips tentang "Bagaimana Cara Mengatasi Icon BB Tidak Bisa Di-Klik?".0000

Paling banyak tips menyebutkan untuk mencoba mematikan hape dulu, cabut Sim Card kemudian coba dihidupkan kembali. Setelah nyala, coba di-klik logo BBM. Kalau masih belum bisa diklik atau dibuka, coba kembali matikan hape-nya dan masukkan kembali chip Sim Card, kemudian hidupkan kembali.

HASILNYA??? Masih belum bisa dibuka????
Ada BBM Masuk Tuh...Siapa Hayoww??



SUDAH Lama juga arms tidak up-date di blog ini (Curhat... :D ) Postingan kali ini sekedar tips sederhana, dari pengalaman beberapa waktu yang lalu bingung Icon BB tidak bisa diklik atau dibuka, bahkan di BlacBerry World tidak bisa dihapus juga. Rasanya kudu banting HP, ada BB tapi gga bisa dibuka. Apalagi lebih dari 2x24 jam...hemmm..

Sebab musabab kenapa Icon BB tidak bisa dibuka, jujur arms kurang paham. Soalnya gaptek...heheheee....yang penting BB bisa dipakai. Ini nih tips bagaimana mengatasi Icon BB tidak bisa dibuka:

- Yang pertama, arahkan cursor ke BlackBerry World,  kemudian klik Logo BlacBerry di samping tombol tengah. Pilih menu HAPUS.... Yapsss... langkah pertama hapus dulu BlackBerry World.
Ini Logo BlackBerryWorld...Bukan SHIELD-Nya Captain America lohh :D

- Sudah hilang kan, logo BlackBerry World -nya? 

- Sekarang buka Browser dan klik www.blackberry.com atau cari di Mbah Google :Download BlackBerry World.

- Download kembali BlackBerry World.

- Sukses download BlackBerry World? Sekarang download lagi aplikasi BlacBerry Messengger
(BBM) dan hapus aplikasi yang lama.

- INSYAALLAH, BBM sudah bisa kembali dibuka. :)

Terlalui ruwet Tips-nya?????

TIPS SIMPEL:
1. Hapus BlackBerry World... Ok??

2. Download lagi BlackBerry World lewat browser... Bisa??

3. Download aplikasi BBM lewat BlackBerry World... Sheep!!!

Simpel kannnn????? Heheheee...

Itulah sekedar berbagi Tips Why BBM Icon Couldn't Click or How tow Open BBM Icon Trouble... Monggo. :)                                                                                          [armsbluepen_51020422_9321]

Sunday, July 20, 2014

Aku, Mereka dan Hari Bahagia
(Oleh: Atho' R.M Sasmito)


Aku, Mereka dan Sebuah Hari Bahagia
Jalan besar itu terkenal paling sepi di kotaku. Meskipun jalan itu lebar, namun a\spal selalu mulus jarang ada perawatan dengan penambalan ataupun pelebaran. Sepanjang jalan itu selalu sepi setiap harinya, adapun kendaraan yang lewat hanya ada satu atau dua, itu pun dalam jangka waktu yang lama.

Rumah-rumah yang ada di tepi sepanjang jalan itu rata-rata berlantaikan dua megah, dengan pagar menjulang dilengkapi kawat berduri di atasnya. Komplek rumah-rumah itu menjadi kawasan elite di kota kecil tempatku tinggal.

Hampir setiap hari aku melewati rumah-rumah megah itu dengan mengayuh becakku di jalur tengah jalan. Setiap kali aku melintas, selalu ku perhatikan deretan rumah-rumah di sana. Meskipun megah dengan taman yang rapi dan bersih, namun di sepanjang jalan itu di masing-masing rumah tak kujumpai seorang pun. Seperti tak ada kehidupan, sepi dan sunyi.

Setiap kali aku melintas, selalu berfikir aku pasti akan lebih kaya dari mereka seandainya setiap hari satu rumah aku satroni. Pasti dengan barang yang ada di luar rumah saja jika aku kumpulkan dan aku jual, hasilnya pasti bisa membangun rumah seperti mereka.

Setiap kali aku berpikir seperti itu, aku teringat kembali dengan istri dan 4 anakku yang masih kecil. Walaupun aku hanya mampu mencari nafkah dengan mengayuh becak setiap hari, dengan sandal dari ban bekas, celana jeans warna memudar, kaos partai politik berbeda setiap harinya dan topi usang menutupi kepala, namun aku mampu menciptakan kebahagiaan apapun untuk diriku sendiri. Waktu berkumpul bersama anak-anak dan istriku adalah harta yang paling besar dan tak ternilai yang aku miliki. Aku sadar, bahagia itu sederhana.

Terlepas dari itu semua, jalan lebar dengan aspal mulus dan sepi tenyata ada satu masa saat jalan itu penuh sesak. Bukan penuh dengan lalu lalang kendaraan, namun penuh sesak dengan kumpulan orang-orang sepertiku dan juga para gembel, serta ibu-ibu yang berdesak-desakan tak peduli anak yang mereka gendong menangis terjepit, jatuh bahkan terinjak. Seperti yang terjadi juga tahun ini.

Ternyata, para pemilik rumah-rumah mewah yang sepi itu membentuk sebuah komunitas kaum elite. Setiap tahun, beberapa hari menjelang hari raya, mereka dalam komunitas kaum elite membuat kaum alit (kecil/rakyat biasa) jadi sebuah hiburan tersendiri hingga mereka bisa tertawa terbahak-bahak menyaksikan pertunjukan dari kaum alit.

Komunitas kaum elite tersebut mengumpulkan tak ada dari sebagian harta mereka untuk dibagikan kepada kaum alit. Dari sebanyak 26 rumah megah yang ada di sepanjang jalan lebar itu, terkumpul entah berapa angka nol di belakang angka 9. Dari dana yang terkumpul mereka belikan mie instan beras dan minyak goreng kemasan, yang lebih mengherankan kenapa juga ditambah dengan telur.

"Ayo Kang cepetan, entar nggak kebagian," teriak Kang Samin dengan semangat mengayuh becaknya yang berderit mendahuluiku.

"Iya Kang, tapi mungkin sampai malam juga nggak habis-habis Kang," balasku tersenyum melihat semangatnya menggebu.

"Terserah kamu Kang, kabarnya tahun ini ada tambahan amplopnya juga di dalamnya, luamayan buat tambahan apalagi kalau dapat lebih," teriaknya sembari lebih semangat lagi mengayuh becaknya.

Di belakang Kang Samin, rombongan pengayuh becak mulai memenuhi jalan aspal yang lebar. Mereka menuju ke kerumunan orang-orang yang sudah berdesak-desakan menuju panggung yang didirikan di tengah-tengah jalan kawasan rumah-rumah mewah.

Aku hanya tersenyum mengikuti apa yang mereka lakukan. Segera kutepikan becakku dan aku gembok rantai dengan jari-jari roda belakang becakku. Aku bergegas menyusul kerumunan orang-orang yang berdesak-desakan dengan tangan kanan menjulur ke depan dan tangan kiri di depan dada, mencoba menyisir dalam kerumunan.

Aku berada ditengah-tengah kaum alit. Lebih dari dua jam belum juga aku bisa mencapai panggung yang ada di tengah. Matahari tepat berada di atas kepala kaum alit. Dari ujung jalan yang ada di belakangku hingga ujung jalan yang ada jauh di depanku penuh dengan kepala-kepala kaum alit. Kepala dengan tangan tengadah dari dua arah terus begerak menuju panggung yang ada di tengah. Di atas panggung itu, kumpulan orang-orang elite tertawa terbahak-bahak.

Mereka puas menyaksikan pertunjukan dari kaum alit yang berebut paket bingiksan sembako berupa 3 kg beras, 4 bungkus mie instant, 1 liter minyak goreng kemasan, 4 butir telur, kabarnya juga ada tambahan amplop di dalamnya yang berisi 20 ribu rupiah.

Di dalam kerumunan kaum alit, ternyata mereka yang sudah mendapat jatah masih banyak yang tetap ikut berdesak-desakan mengambil tambahan. Petugas keamaan dari Polres, Satpol PP hingga Hansip seakan hanya sebagai pemanis belaka.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa mereka dari komunitas kaum elite telah membayar petugas keamanan, tapi bukan untuk mengamankan, melainkan membiarkan agar tetap lancar terselenggaranya hiburan dari kaum alit. Selain itu, mereka juga sudah memberikan beberapa juga untuk pantia-panitia zakat, agar tetap aman statusnya menyelenggarakan hiburan yang hanya ada satu tahun sekali, di bulan yang seharusnya orang lebih banyak puasa dalam berbagai hal.

Bisa jadi satu hari di bulan puasa, menjadi hari bahagia kaum alit dan elite. Bahagianya kaum alit karena mendapatkan paket sembako plus uang, sedangkan kaum elite bahagia melihat pertunjukan seru dari kaum alit.

"Loh Kang, kamu juga ikut?" tanya adik iparku yang tinggal sekitar 45 km dari kota.

"Setiap tahun kan aku ikut. Lha kamu kenapa sampai jauh-jauh ikut juga?" tanyaku heran, masih tetap mempertahankan posisi dalam desak-desakan kaum alit.

"Selama satu minggu ini aku mendengar di radio adanya pembagian ini, makanya sejak habis subuh tadi aku langsung berangkat," ucapnya terdengar samar-samar ditelan kerumunan yang semakin sesak. Ia pun juga menghilang di antara kaum alit.

Aku mulai berpikir, memang hebat para kaum alit untuk membuat kebahagiaan mereka. Tapi tak mengapa, aku juga bahagia. Bahagiaku sederhana. Mendapatkan bingkisan dalam pembagian yang dipenuhi lautan manusia itu merupakan sebuah prestise tersendiri buatku. Aku pun kembali bersemangat berusaha membelah himpitan orang-orang yang ada di depanku.

Kaum alit yang berkumpul seakan tidak ada habisnya, justru semakin banyak dan sesak. Ibu-ibu banyak yang terjepit dan pingsan, anak-anak kecil menangis mencari ibunya, beberapa bahkan terinjak-injak, para pengayuh becak sepertiku juga berjuang sekuat tenaga, ada juga yang memanfaatkan kakinya yang kuat untuk mendorong orang-orang di depannya. Panggung sudah semakin dekat.

"Plok!!!"

Tiba-tiba sesuatu mendarat di atas kepalaku. Bau busuk menyengat diiringi dengan lendir putih bercampur kuning kecoklatan menetes dari atas kepalaku, turun melewati depan mataku dan turun di atas bibir jatuh ke kaosku yang berwana putih.

Ku layangkan pandanganku ke atas panggung. Di sana kaum elite tertawa terbahak-bahak dengan peti-peti telur disampingnya. Mereka mengambil telur-telur busuk dari dalam peti dan melemparkannya ke bawah, yakni para kaum alit yang berebut paket sembako yang diberikan oleh panitia dari dalam pagar besi.

Suasana panas matahari di atas kepala, kerumunan kaum alit, ditambah aroma  busuk membuat kepalaku menjadi pusing, pandanganku pun mulai kabur.

"Tuhan! Turunkanlah hujan yang deras untuk kami kaum alit dan lemparkanlah halilintar ke arah panggung yang diduduki kaum elite," ucapku geram memegangi kepalaku yang terasa semakin berat.

BUGGG!!!

(bluePen, 2213_61704102)

*) Penulis Novel Sheraiser Bojonegoro

#Muat di www.blokBojonegoro.com Minggu, 20 Juli 2014, 08.00 WIB
http://blokbojonegoro.com/read/article/20140720/aku-mereka-dan-sebuah-hari-bahagia.html


#Ayo kirimkan Karyamu ke; blokbojonegoro@gmail.com